Gara-Gara Mangga Manis, Bupati Indramayu Jadi Kepala Daerah Ke-48 Dicokok KPK

Hukum  RABU, 16 OKTOBER 2019 , 10:20:00 WIB | LAPORAN: YON MARYONO

Gara-Gara Mangga Manis, Bupati Indramayu Jadi Kepala Daerah Ke-48 Dicokok KPK

Supendi/Net

RMOLJabar. Bupati Indramayu ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
 
Menurut Juru Bicara KPK Ferbri Diansyah, pihaknya cukup prihatin harus menyampaikan informasi kegiatan tangkap tangan yang kembali menjerat kepala daerah yang jaraknya hanya sekitar 1 minggu dari kepala daerah yang terakhir ditangkap.

"Bupati Indramayu menjadi kepala daerah ke-48 yang ditangkap tangan oleh KPK," kata Febri saat conference press, Selasa (15/10) kemarin.

Febri mengatakan, KPK tak akan lelah mengingatkan kepada seluruh Kepala Daerah, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Inspektorat Daerah, pihak rekanan pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengadaan dan atau pengerjaan proyek di daerahnya. Tentunya untuk menjalankan semua proses dengan cara-cara yang benar dan berintegritas.

"Praktik kotor seperti korupsi dalam pengadaan sudah dapat dipastikan akan merusak upaya pemerintah dalam pembangunan yang merata di seluruh Indonesia," ujar Febri.

Dalam kegiatan tangkap tangan ini, KPK mengamankan 8 orang pada Senin, 14 Oktober 2019 di Indramayu dan Cirebon. (SP) Bupati Indramayu 2014-2019, OMS (Omarsyah) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, WT (Wempy Triyono) Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, FM (Ferry Mulyono) Staff Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, SJ (Sudirjo) Supir Bupati, HSY (Haidar Samsayail) Ajudan Bupati CAS (Carsa AS) swasta, K (Kadir) Kepala Desa Bongas.
 
"KPK menerima informasi adanya dugaan permintaan uang dari Bupati kepada rekanan terkait beberapa proyek yang dikerjakan oleh rekanan. CAS diduga menghubungi ajudan SP, Bupati dan menyampaikan bahwa uang akan diberikan melalui supir bupati," beber Febri.

CAS meminta supir bupati untuk bertemu di toko penjual mangga di pasar dan menyampaikan bahwa ia sudah menyiapkan mangga yang manis” untuk Bupati. CAS juga meminta supir bupati untuk datang dengan motor yang memiliki bagasi di bawah jok untuk menaruh uang.

"Sesampainya di lokasi yang dijanjikan, Staf CAS kemudian menaruh uang dalam kresek hitam ke dalam jok motor supir bupati. Supir bupati kemudian mengantarkan uang ke rumah dinas bupati lewat pintu belakang," jelas Febri.

Ditambahkan Febri, CAS kemudian menghubungi SP dan mengkonfirmasi pemberian uang sebesar Rp100 juta yang disampaikan melalui supirnya. Setelah melakukan pemantauan dan memastikan adanya penyerahan uang dari CAS, swasta kepada SJ sebagai perantara yang menerima uang untuk bupati, tim kemudian mengamankan beberapa orang di tempat berbeda.

"Pada Pukul 22.40 WIB, tim bergerak ke rumah HSY (Ajudan Bupati) dan mengamankan yang bersangkutan. Tim kemudian bergerak ke desa Bongas, dimana sedang diadakan pertunjukan wayang di depan rumah Bupati dan mengamankan SJ, Supir Bupati di depan rumah Bupati pukul 23.12 WIB," ungkapnya.

Selanjutnya, tim mengamankan SP, Bupati di rumahnya di desa Bongas pukul 23.32 WIB. Tidak lama berselang, tim bergerak menuju rumah CAS, swasta dan mengamankan yang bersangkutan pukul 23.44 WIB, Selasa dini hari.

"Tim meminta K, Kepala Desa Bongas untuk datang ke rumah Bupati. K kemudian datang ke rumah bupati pukul 01.40 WIB dan membawa serta uang sebesar Rp50 juta yang rencana diperuntukan membayar Dalang pada pagelaran wayang kulit di Bongas," jelasnya.

KPK mengamankan uang Rp100 juta dari SP, Bupati yang berasal dari K dan Rp50 juta lain yang direncanakan akan digunakan untuk membayar gadai sawah. Pukul 2.25 WIB tim mengamankan FM, Staf di Dinas PUPR di rumahnya dan mengamankan uang yang diduga terkait perkara sebesar Rp40 juta.

"Tim kemudian bergerak ke Kota Cirebon untuk mengamankan OMS, Kepala Dinas PUPR di rumahnya di Cirebon pukul 06.30 WIB," ungkap Febri

Terakhir tim mengamankan WT, Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu pukul 07.16 WIB di Cirebon dan mengamankan uang sebesar Rp545 juta

"Kedelapan orang yang diamankan tersebut, kemudian dibawa ke Gedung Merah putih KPK untuk dilakukan pemeriksaan awal. Total uang yang diamankan sebesar Rp685 juta," demikian Febri. [gan]


Komentar Pembaca
Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA
IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00