Surat Resmi BKN Diterima, Pemkot Cimahi Beri Warning!

Pemerintahan  RABU, 16 OKTOBER 2019 , 13:53:00 WIB | LAPORAN: ALVIN ISKANDAR

Surat Resmi BKN Diterima, Pemkot Cimahi Beri <i>Warning!</i>

Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana/RMOLJabar

RMOLJabar. Badan Pengelola Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia Daerah (BPKSDMD) Kota Cimahi menerima surat resmi perihal aktivitas ber-Media Sosial (Medsos) dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Surat tersebut bernomor N.26-30/V.72-2/99 tentang Pencegahan Potensi Gangguan Ketertiban dalam Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Bahwa, seluruh kegiatan PNS atau disebut Aparatur Sipil Negara (ASN) diatur dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN.

Dengan adanya aturan dimaksud, Kepala BPKSDMD Kota Cimahi, Ahmad Saefulloh mengatakan, apabila terjadi pelanggaran yang dilakukan para ASN, akan dilakukan penindakan sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS.

"Sudah, baru masuk (surat resminya). Dengan sudah resminya ada edaran itu tentu akan di follow up oleh kami apabila ada hal-hal yang sesuai tentu perlu ditindaklanjuti," kata Ahmad saat dihubungi, Rabu (16/10).

Di Kota Cimahi, jumlah ASN mencapai 4.200 orang. Maka larangan berdasarkan surat edaran resmi tersebut mulai disosialisasikan dan diberlakukan supaya menjadi perhatian bagi para ASN supaya tidak menyebarluaskan berita berisi ujaran kebencian terkait Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan (SARA).

Ditegaskan Ahmad, ASN yang terbukti menyebarluaskan berita hoax bermuatan ujaran kebencian akan dijatuhi hukuman disiplin berdasarkan ketentuan.

"Jenisnya macam-macam itu, baik itu share, broadcast, upload, retweet, regram, dan sejenisnya," terangnya.

Tidak hanya di medsos, dia menerangkan, berdasarkan surat edaran resmi BKN, para ASN pun dilarang menyampaikan pendapat di muka umum, baik secara lisan maupun tulisan, baik secara langsung maupun melalui pemasangan baliho, poster, atau spanduk yang isinya memuat ujaran kebencian.

Meski begitu, dia mengakui, saat ini pihaknya belum ada rencana melakukan patroli terkait aktivitas ber-medsos para ASN. Pasalnya sampai sejauh ini, belum ada indikasi maupun laporan ASN yang memanfaatkan medsos untuk menyebarluaskan ujaran kebencian atau SARA.

"Ya kalau ada, terus nanti ditemukan, tentunya akan diproses sesuai peraturan," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana menambahkan, para ASN di Kota Cimahi mesti bijak dalam ber-medsos dan menggunakan medsos untuk hal-hal yang baik dan bersifat informatif yang bisa membangun bangsa dan negara.

"Saya tekankan untuk berhati-hati dalam berbicara di media sosial. Harus santun. Jangan membuat berita yang menyinggung orang lain," tukasnya. [gan]


Komentar Pembaca
Ingatkan Sukmawati, Sultan Tidore: Kita Semua Anak Pejuang
Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 , 03:13:53

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

JUM'AT, 15 NOVEMBER 2019 , 21:58:09

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA