KABUPATEN BANDUNG BARAT

Masuki Siklus 700 Tahunan Sesar Lembang, BPBD Bersiap Hadapi Gempa Besar

Peristiwa  RABU, 16 OKTOBER 2019 , 16:47:00 WIB | LAPORAN: ALVIN ISKANDAR

Masuki Siklus 700 Tahunan Sesar Lembang, BPBD Bersiap Hadapi Gempa Besar

Kepala Pelaksana BPBD KBB, Duddy Prabowo/RMOLJabar

RMOLJabar. Sesar Lembang merupakan satu dari 295 patahan bumi di Indonesia dengan status sangat aktif. Bahkan, kini Sesar Lembang tengah memasuki siklus pelepasan energi yang terjadi setiap 700 tahun sekali.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), peristiwa siklus gempa bumi akibat Sesar Lembang terjadi sekitar tahun 1400-an. Sehingga kini telah memasuki fase 'ulang tahun' atau siklus masa pelepasan energi. Bahkan saat ini besaran pergeserannya telah mencapai 3,5 meter.

Mengacu pada data tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah melakukan pemasangan alat pendeteksi gempa bernama Intensity Meter. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir risiko yang diakibatkan gempa Sesar Lembang.

Kepala Pelaksana BPBD KBB, Duddy Prabowo mengatakan, Intensity Meter merupakan alat pendeteksi gempa buatan Negara Jepang. Alat tersebut telah dipasang dibeberapa titik seperti di Kompleks Perkantoran Pemda KBB, Kantor Kecamatan Cisarua, Kantor Kecamatan Parongpong, Kantor Kecamatan Lembang, dan juga Kantor Kecamatan Padalarang.

"Alat itu akan mencatat getaran gempa, khususnya di titik yang paling dekat dengan lokasi Sesar Lembang," ucap Duddy saat ditemui di Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Rabu (14/10).

Intensity Meter mampu mencatat getaran dalam satuan Modified Mercalli Intensity (MMI). Sehingga dengan alat tersebut risiko kegempaan bisa diantisipasi dan bisa dilakukan penanganan lebih dini.

"Memang kan Sesar Lembang ini sudah aktif sejak dulu. Jadi sebetulnya untuk antisipasi gempa Sesar Lembang, kami sudah melalukannya sejak jauh-jauh hari," ungkapnya.

Melalui pemasangan alat pendeteksi getaran gempa Intensity Meter, BPBD KBB bisa langsung bergerak memberikan informasi kepada masyarakat untuk evakuasi dan menjauhi bangunan-bangunan yang diakibatkan gempa. Sehingga risiko tertimpa reruntuhan bangunan bisa diminimalisir.

"Nah, sebelum terjadi gempa yang lebih besar, kami bisa memberikan informasi ke masyarakat yang ada di titik gempa agar bisa menyelamatkan diri dari reruntuhan bangunan," ujarnya.

Sosialisasi terkait ancaman Sesar Lembang sendiri telah dilakukan. Bahkan, di kawasan yang dekat dengan kawasan patahan sesar telah dibentuk desa tangguh bencana (Destana) serta mitigasi kebencanaan.

"Untuk antisipasi berbagai risiko sudah banyak kami lakukan meskipun memang sosialisasi belum menjangkau semua masyarakat terkait gempa Sesar Lembang ini," imbuhnya.[son]

Komentar Pembaca
Ingatkan Sukmawati, Sultan Tidore: Kita Semua Anak Pejuang
Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 , 03:13:53

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

JUM'AT, 15 NOVEMBER 2019 , 21:58:09

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA