Pemkab Bakal Gelontorkan Lagi Beasiswa Perkuliahan

Pendidikan  KAMIS, 17 OKTOBER 2019 , 17:01:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Pemkab Bakal Gelontorkan Lagi Beasiswa Perkuliahan

Ilustrasi/Net

RMOLJabar. Tim Ahli DPRD Purwakarta, Ucok Ujang Wardi mengatakan, para pimpinan Fraksi di DPRD Purwakarta sepakat untuk melanjutkan program beasiswa untuk para mahasiswa yang kuliah di kampus-kampus yang secara spesifikasi mampu melahirkan lulusan-lulusan yang berkualitas.

"Di 2020 akan dianggarkan kembali untuk beasiswa perkuliahan yang sebelumnya sudah dijalankan oleh pemerintah daerah Kabupaten Purwakarta untuk mencetak tenaga kerja-tenaga kerja yang siap kerja dan berkualitas," kata Ucok, kepada awak media, Kamis (17/10).

Menurutnya, dalam pernjanjian antara mahasiswa penerima beasiswa dengan Pemda Purwakarta, sipenerima yang telah bekerja dan menempati jabatan strategis memiliki kewajiban untuk membantu para juniornya yang masih menjalani perkuliahan.

"Semacam subsidi silang antar senior dan junior," kata Kang Ucok.

Diketahui, sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah. Pemkab Purwakarta terus memberikan bantuan berupa beasiswa kepada para mahasiswa di wilayah tersebut.

Diantaranya, bantuan beasiswa untuk mahasiswa asal Purwakarta yang kuliah di kampus Politkenik Indorama Enginering (PEI).

Dalam keterangannya, Kepala Badan Keuangan Daerah dan Aset Kabupaten Purwakarta, Norman Nugraha mengatakan, hal tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah. Bantuan itu sama sekali bukan tindak korupsi, tetapi untuk biaya pendidikan.

"Bantuan itu ditransfer ke pihak yayasan pendidikan Indorama Poltek. Selanjutnya, digunakan untuk membiayai pendidikan mahasiswa Purwakarta yang kuliah di sana. Ini bagian dari kesiapan warga Purwakarta memasuki era industri," kata Norman.

Menurutnya, bantuan pendidikan ini lahir, setelah melihat banyak  manajer pabrik diduduki oleh orang dari luar daerah. Hal itu karena kesiapan sumber daya manusia untuk menduduki jabatan itu asal Purwakarta masih minim. Setelah itu, muncul gagasan menyiapkan tenaga untuk masuk ke industri dengan SDM yang handal, atau sesuai yang dibutuhkan.

Salah satunya yaitu memberikan beasiswa kuliah di perguruan tinggi. Poltek Indorama dipilih untuk menyalurkan anak-anak Purwakarta. Apalagi sarana pendidikannya memadai, dan tenaga kependidikan, lab juga sangat mendukung, apalagi masih berlokasi di Purwakarta.

Lalu dibuat kerjasama antara Pemkab Purwakarta dalam hal ini Dinas Pendidikan dengan Yayasan Pendidikan Indorama. Pada tahap awal waktu itu ada 50 anak diberi beasiswa.

"Namun, pada tahap berikutnya  bantuan  langsung dari Pemkab ke yayasan. Karena dinas pendidikan daerah tak mengelola perguruan tinggi," katanya.

Bantuan itu, kata Norman, jelas-jelas digunakan kepentingan pendidikan.  Saat ini mereka yang sudah lulus sudah bekerja dan tersebar di beberapa industri dengan posisi yang baik. Mereka tak lagi menjadi penonton dalam pembangunan industri di Purwakarta.

Dengan demikian, beasiswa untuk mahasiswa ini telah banyak dirasakan manfaat langsung oleh warga Purwakarta. "Kini, ada 40 mahasiwa sudah dua tahun belum mendapat bantuan. Ini yang harus diselesaikan," kata Norman.

Terpisah, salah seorang alumni PEI,  yang mendapatkan beasiswa, Zaenal Abu Bakar Siddik, mengatakan beasiswa yang didapatnya sangatlah membantu dirinya dalam menempuh pendidikan. Apalagi orang tuanya bekerja sebagai penjahit pakaian. "Sangat terbantu, apalagi seleksinya memang sangat ketat, bahkan saya masuk ketika waktu itu setahun setelah keluar SMA," ujarnya.

Untuk bisa lolos dalam beasiswa tersebut, menurutnya ada beberapa tahapan, bahkan pemuda yang hari ini bekerja sebagai Engineering  di PT. Indorama Syntetic mengaku sejak kuliah semester 7 dirinya sudah mendapatkan magang untuk bekerja disana.

"Tahapannya dilihat dari nilai, dulu kita tinggal belajar dan fokus kuliah, ya hasilnya alhamdulillah ketika kuliah kita sudah ada kontak dengan perusahaan, dulu sejak semester 7 sudah di Indorama," ungkapnya.

Hal serupa dikatakan oleh Arif Rahman Hidayat, pemuda asal Kembangkuning ini mengaku sangat terbantu, bahkan dirinya sempat putus asa ketika berkeinginan berkuliah di PEI. "Saya kira untuk sekolah SMA/SMK saja, ternyata dari MAN juga bisa masuk," ujarnya.

Kini, dia mendapatkan posisi yang cukup strategis di PT. Indonesia Koito, menurutnya ketika di perusahaan sebelumnya habis kontrak sudah ada beberapa perusahaan yang mengajukan untuk bergabung. "Ya saya bersyukur beasiswa dari Pemkab sangat bermanfaat, bahkan ketika sebelum di Koito saya sempat habis kontrak dengan perusahaan dulu tapi kita yang disodori untuk bergabung," ucapnya. [yud]



Komentar Pembaca
Ingatkan Sukmawati, Sultan Tidore: Kita Semua Anak Pejuang
Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 , 03:13:53

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

JUM'AT, 15 NOVEMBER 2019 , 21:58:09

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA