Suara Penolakan DOB Cirebon Timur Mencuat Kepermukaan

Politik  JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 01:16:00 WIB | LAPORAN: YON MARYONO

Suara Penolakan DOB Cirebon Timur Mencuat Kepermukaan

Kusen Tokoh masyarakat Suci Mundu/RMOLJabar

RMOLJabar. Tak semua warga mendukung wacana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Cirebon Timur. Suara-suara yang menolak pun muncul kepermukaan.  

Kusen (54), salah seorang tokoh masyarakat Suci Kecamatan Mundu, tegas menolak rencana berdirinya Kabupaten Cirebon Timur. Ia beralasan, pemekaran wilayah akan menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat diwilayahnya.

Jika benar ada wacana mau ada pemekaran Kabupaten Cirebon, kami disini jelas menolak, karena akan lebih jauh lagi dalam mengurus administrasi, apalagi wilayah kami dekat dengan Kota Cirebon maka kami minta bergabung ke Kota Cirebon saja,kata Kusen pada Kantor RMOLJabar, Kamis (17/10)

Hal senada diungkap oleh tokoh masyarakat yang sekaligus menjabat Kepala Desa Banjarwangunan Kecamatan Mundu, Dedi Setiawan, mengaku dirinya secara pribadi sangat tidak setuju dengan wacana pemekaran wilayah Kabupaten Cirebon, karena secara pelayanan administrasi sudah merata.

Kami menolak wacana pemekaran Kabupaten Cirebon, karena saat ini belum butuh ada pemekaran wilayah, kata Ketua FKKC Kecamatan Mundu Cirebon, tersebut.

Sedangkan menurut, salah seorang Birokrat di Pemerintah Kecamatan Astanajapura, Iing Tajudin, dirinya tidak mau ikut pro ataupun kontra dengan pemekaran wilayah Kabupaten Cirebon, karena pemekaran wilayah harus berdasarkan kebutuhan.

Adanya wacana permintaan sebagian masyarakat di Wilayah Timur Cirebon yang ingin pisah dari Kabupaten Cirebon, tentu ada alasannya, tapi pemekaran wilayah harus berdasarkan kebutuhan, bukan datang dari keinginan (Kepentingan) sesaat suatu golongan atau kelompok, Kata Iing Tajudin Camat Astanajapura Kabupaten Cirebon

Bagi Iing, munculnya keinginan untuk membentuk DOB Cirebon Timur sah-sah saja. Namun tidak berarti pelayanan publik di wilayahnya tidak berjalan dengan baik. Baginya soal pembentukan DOB harus melalui kajian yang mendalam dan didukung konsesus diantara tokoh-tokoh di wilayah tersebut.

Harus ada pelibatan semua elemen, tokoh masyarakat dan tokoh politik harus duduk bersama, karena akan berdampak terhadap masyarakat luas, pemekaran harus berdampak positif, ujar Camat Astanajapura, tersebut.[son]



Komentar Pembaca
Ingatkan Sukmawati, Sultan Tidore: Kita Semua Anak Pejuang
Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 , 03:13:53

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

JUM'AT, 15 NOVEMBER 2019 , 21:58:09

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA