Efek Negatif Gadget, Bisa Pengaruhi Psikologis

Ragam  JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 09:05:00 WIB | LAPORAN: SEPRIYANTO

Efek Negatif Gadget, Bisa Pengaruhi Psikologis

Panti Rehabilitasi Jiwa, Yayasan Al Fajar Berseri Tambun Selatan/RMOLJabar

RMOLJabar. Perkembangan sosial media dan penggunaan telepon seluler secara berlebihan mulai berdampak negatif untuk para penggunanya. Sebab, keranjingan gadget yang berlebihan juga dapat mengganggu psikologis penggunanya.

Hal ini terjadi pada dua remaja yang terpaksa dirawat di yayasan gangguan jiwa karena ketergantungan menggunakan seluler.

Ketua Yayasan Al Fajar Berseri Tambun Selatan, Marsan mengatakan, kedua remaja itu sudah sekitar satu tahun dirawat. Mereka yakni Nv (17) asal Cikarang Selatan dan Ty (17) asal Cibitung.

Dalam kesehariannya, kata Marsan, mereka hanya berdiam diri dan sesekali berinteraksi. Namun, kedua pasien itu seketika bereaksi ketika melihat telepon genggam.

"Jadi cuma biasa saja, diam saja. Makan juga bisa. Cuma kalau ada hape nih, langsung direbut, diambil dimainin. Misal ada hape di-charge, langsung direbut. Ini karena mereka sudah terlalu ketergantungan dengan hape dan gim," ucap dia, belum lama ini.

Berdasarkan informasi dari keluarga keduanya, mereka sudah sangat berlebihan menggunakan ponsel.

Bahkan, mereka mengoperasikan gawai dari sejak bangun tidur hingga malam, menjelang tidur kembali. Ketergantungan itu bahkan mengganggu kehidupan nyata mereka. Tidak jarang mereka pun bolos sekolah.

"Bahkan buat makan pun mereka kadang lupa. Lebih parah lagi, kalau dilarang mereka mulai emosional. Bukan cuma marah tapi sampai melawan orang tuanya. Ada beberapa kasus, termasuk yang dua ini," ucap dia.

Nv dan Ty, lanjut Marsan bukan pasien gangguan kejiwaan pertama yang dirawat karena penggunaan gawai. Sebelumnya, ada satu pasien lain asal Medan yang mengalami hal serupa.

"Dia namanya Wh. Katanya sudah ke beberapa tempat sampai akhirnya ke kami. Empat bulan di sini, sekarang sudah pulang," ucap dia.

Diungkapkan Marsan, penggunaan gawai seharusnya sudah mulai dikendalikan. Orang tua berperan besar mengatasi ini sejak dini.

"Orang tua harus paham, di dalam hape itu kan mengandung magnet yang bisa merusak otak. Itu mengapa ada dua orang yang tinggal di sini sekarang," jelasnya.

Efek negatif dari penggunaan gawai ini turut dibenarkan oleh Komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah Kabupaten Bekasi, Muhammad Rozak. Dia mengaku belum menangani atau menerima laporan terkait anak yang terganggu jiwanya karena telepon genggam.

Meski demikian, dalam beberapa kasus kekerasan terhadap anak, salah satu faktor penyebabnya yakni penggunaan telepon genggam.

"Sebagai contoh kasus tawuran, itu awalnya dari hape. Begitu juga kasus pencabulan anak oleh anak yang sebelumnya sering mengoperasikan telepon genggam, baik mengakses situs porno atau aplikasi dewasa seperti bigo dan lainnya," katanya.

Rozak mengatakan, setidaknya KPAD Kabupaten Bekasi menangani tujuh sampai sepuluh kasus per bulan terkait kekerasan anak. Ironisnya, dari hasil penelusuran, sekitar 30 persen di antaranya diawali dari hape.

"Bulan ini saja, Oktober, sudah tujuh kasus. Beberapa di antaranya karena hape. Sering melihat tindak kekerasan membuat anak jadi pelaku pidana pencurian, atau justru pelaku pencabulan. Ini menjadi ironis," tegasnya.

Kampanye pengendalian penggunaan telepon genggam ini, lanjut Rozak, kerap disampaikan dalam beberapa kesempatan, baik ketika mengunjungi sekolah maupun rapat di tingkat desa. Hanya saja, pemilik peran terbesar untuk mencegah hal negatif dari gawai yang berlebihan ini yakni orang tua.

"Orang tua jangan kalah sama anak. Jangan sampai anak mengunci hapenya dan orang tua mampu melihat. Jangan takut memasuki ruang pribadi anak karena anak pun lahir dari ruang pribadi orang tuanya. Peran ini sangat penting," pungkasnya. [yud]





Komentar Pembaca
Ingatkan Sukmawati, Sultan Tidore: Kita Semua Anak Pejuang
Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 , 03:13:53

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

JUM'AT, 15 NOVEMBER 2019 , 21:58:09

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA