Bahaya! Akibat Ponsel, 209 Anak Masuk RSJ

Ragam  JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 12:30:00 WIB | LAPORAN: ALVIN ISKANDAR

Bahaya! Akibat Ponsel, 209 Anak Masuk RSJ

Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat/RMOLJabar

RMOLJabar. Tidak hanya masalah kejiwaan, namun bermain ponsel pun ternyata bisa menyebabkan gangguan kejiwaan terhadap anak dan remaja.

Sejak 2016 lalu sejumlah 209 pasien, ditangani Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jawa Barat akibat ketergantungan bermain ponsel.

Direktur RSJ Provinsi Jawa Barat, dr Elly Marliyani menyebutkan, dengan maraknya penggunaan ponsel, pihak RSJ Jabar yang berlokasi di Kampung Barukai Timur, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), banyak menerima pasien yang mengalami gangguan kejiwaan akibat kecanduan bermain ponsel mulai dari usia 5 hingga 15 tahun dengan penanganan rawat jalan maupun rawat inap.

"Untuk pasien laki-laki yang rawat inap kita sediakan 16 tempat tidur sedangkan pasien perempuan digabungkan dengan pasien dewasa. Dari data keseluruhan, sejak tahun 2016 sampai sekarang, kami sudah menangani sebanyak 209 pasien," ucapnya saat ditemui di RSJ Jabar, Jumat (18/10).

Gangguan kejiwaan akibat bermain ponsel diakibatkan banyak faktor. Salah satunya, kecanggihan teknologi ponsel saat ini membuat anak-anak dan remaja mudah mengakses hal negatif secara berlebihan sehingga menimbulkan efek ketergantungan dan harus mendapat penanganan secara serius.

"Itu sesuai karakteristiknya, remaja ini biasanya ingin mencari informasi melalui ponsel dan itu menjadi salah satu faktor juga. Jadi untuk sekarang banyak yang mengalami gangguan jiwa itu remaja," bebernya.

Berdasarkan Undang-Undang (UU) Kesehatan Jiwa No.18 tahun 2014, Orang dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) dan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) merupakan dua hal berbeda.

ODMK adalah orang yang mempunyai masalah fisik, mental, sosial, pertumbuhan dan perkembangan dan atau kualitas hidup sehingga memiliki risiko mengalami gangguan jiwa.

Sedangkan, ODGJ adalah orang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang bermanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala dan atau perubahan perilaku yang bermakna serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi orang sebagai manusia.

Sub Spesialis Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja, RSJ Provinsi Jawa Barat, dr. Lina Budianti mengungkapkan, dalam setiap minggunya terdapat 2 hingga 3 pasien rawat jalan yang datang ke RSJ Jabar untuk memeriksakan kesehatan jiwanya.

"Jika ditemukan indikasi anak kecanduan game atau internet dan sebagainya, karena itu bukan hal biasa, maka sebaiknya diperiksakan ke psikiater untuk diassesment, benar gak sudah kecanduan atau belum memenuhi kriteria gangguan," terangnya.

Dengan canggihnya ponsel di zaman sekarang, dia menganjurkan, para orang tua untuk tegas membatasi anak menggunakan ponsel maksimal dua jam perhari. Pasalnya dengan penggunaan berlebih, efek kurang baik bagi anak dapat timbul bahkan, efeknya akan lebih berbahaya apabila menimpa anak yang usianya masih belia (balita).

"Orang-orang dengan adiksi game rata-rata bisa menghabiskan 3 sampai 6 jam perhari. Sepertiga hidupnya habis untuk bermain game, dia kehilangan waktu untuk melakukan aktivitas bermanfaat lainnya," pungkasnya. [yud]




Komentar Pembaca
Ingatkan Sukmawati, Sultan Tidore: Kita Semua Anak Pejuang
Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 , 03:13:53

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

JUM'AT, 15 NOVEMBER 2019 , 21:58:09

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA