Angka Kecelakaan Di Kota Bandung Menurun

Pemerintahan  JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 19:31:00 WIB | LAPORAN: TANTI SUGIHARTI

Angka Kecelakaan Di Kota Bandung Menurun

Sam Satriabrada/RMOLJabar

RMOLJabar. Kerja sama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Bloomberg Philanthropies Initiative for Global Road Safety (BIGRS) tidak dilanjutkan. Kerja sama ini untuk mewujudkan keselamatan jalan di Kota Bandung. Termasuk berupaya menurunkan angka kecelakaan di jalan raya.

Surveilance Coordinator BIGRS Bandung, Estiara Ellizar menyatakan, Pemkot Bandung dinilai sudah mandiri dalam menjalankan program keselamatan jalan. Hal itu terbukti dengan jumlah kecelakaan lalu lintas di Kota Bandung cenderung menurun.

"Kalau dilihat dari jumlah korban meninggalnya. Tapi memang setelah kita kolaborasi dari semua data yang kita punya, tahun ini memang menurun," jelasnya saat ditemui di Balai Kota Bandung, Kamis (18/10) kemarin.

Menurutnya, jumlah korban meninggal dunia di 2017 sebanyak 157, kini di 2018 menjadi 143, menurun 9%. Penyebab utama karena motor 69%, umur 15-24 tahun korban yang paling rentan, 27% pejalan kaki, sepeda 3% dan 1% becak.

"Paling banyak itu motor. Kasusnya mobil nabrak motor, motor nabrak motor, dan motor nabrak pejalan kaki," paparnya.

Faktor penyebab kecelakaan, lanjutnya, ceroboh terhadap lalu lintas dari depan, ceroboh saat menyalip, dan banyak yang mengabaikan hak jalur pejalan kaki.

Sedangkan dilihat dari titik kecelakaan terbanyak yaitu di Jalan Jakarta, Soekarno Hatta-Kopo, Ibrahim Adjie, di daerah Balubur (Baltos).

"Sumber titik-titiknya dari koordinat dari data kecelakaan kepolisian, mereka punya koordinat setiap titik kecelakaan yang ada, lalu kita petakan sesuai GIS (Geographic Information System) lalu kita petakan dan bisa melihat titik mana yang paling merah, artinya yang paling banyak kecelakaan," lanjutnya.

"Dengan adanya titik-titik itu, temen-temen dari Pekerjaan Umum (PU) bisa langsung terjun melihat apakah ada geometri desain, apakah ada yang tidak memenuhi standar keselamatan dan lain sebagainya," katanya.

Sementara itu, Kepala Sub Bidang Perencanaan Infrstruktur dan Pengembangan Wilayah II Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kota Bandung, Sam Satriabrada menyatakan akan menyusun perencanaan konseptual desain jalan.

"Kita petakan dan menyusun perencanaan konseptual desain di persimpangan jalan, perambuan, infrastruktur, kita akan membuat konsep harus sesuai dengan kriteria jalan," paparnya.

Adapun simpang yang sudah sesuai dengan kriteria keselamatan jalan yaitu, Simpang Cikudapateuh, Alun-Alun, dan Jalan Veteran.

"Sebetulnya dalam perencanaan kota, kita lebih mengutamakan pejalan kaki. Tahun ini kita memperbaiki trotoar cukup banyak, kita mendorong pemakaian sepeda dengan menyediakan Bike sharing. Supaya hirarki pejalan kaki dan sepeda di jalan itu kembali menjadi hirarki teratas baru setelah itu kendaraan bermotor," ucapnya.

"Pa Wali Kota sedang mendorong untuk pengurangan kendaraan bermotor, hal itu untuk mengurangi tingkat kecelakaan di jalan," tandasnya. [gan]

Komentar Pembaca
Ingatkan Sukmawati, Sultan Tidore: Kita Semua Anak Pejuang
Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 , 03:13:53

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

JUM'AT, 15 NOVEMBER 2019 , 21:58:09

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA