KABUPATEN BANDUNG BARAT

Kerjakan Proyek Kereta Cepat Pakai Peledak, Rumah Warga Padalarang Kena Imbas

Peristiwa  SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 17:52:00 WIB | LAPORAN: ALVIN ISKANDAR

Kerjakan Proyek Kereta Cepat Pakai Peledak, Rumah Warga Padalarang Kena Imbas

Rumah warga retak akibat aktivitas pengeboman Gunung Bohong/RMOLJabar

RMOLJabar. Pengerjaan Mega Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) harus dibayar mahal rasa was-was dan ketakutan masyarakat di Komplek Tipar Silih Asih RW 13, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Pasalnya, proyek dengan anggaran Rp80 triliun ini, melakukan aktivitas pengerjaan proyek tanpa memerhatikan lingkungan dan keselamatan masyarakat yang tidak jauh dari lokasi proyek.

Beberapa waktu lalu, PT KCIC tengah membuat tunnel (terowongan) 11 dengan membelah Gunung Bohong menggunakan bahan peledak. Akibat aktivitas pengeboman ini, rumah-rumah warga mengalami retakan pada bagian dinding serta lantainya.

"Ini kejadiannya sejak seminggu lalu waktu saya sedang mandi. Nah, ada ledakan gitu, rumah ini sampe geter, lalu keliatan banyak yang retak yang hampir nimpa saya. Kamar mandi saya juga rusak pada retak sama lantainya jadi gak rata," ucap Linda Kurniasari (50) saat ditemui di kediamannya, Sabtu (19/10).

Lokasi pengeboman Gunung Bohong dengan pemukiman warga berjarak 1 kilometer. Bahkan ada yang berjarak hanya 700 meter. Sehingga cara pengerjaan proyek dengan penggunaan bahan peledak dianggap warga sangat membahayakan dan mengancam keselamatan warga.

"Ibu takut di sini, khawatir banget. Ini kan tanah di sini itu kan labil ya, ditambah ada getaran ledakan itu, ya jadi makin takut ambruk ini rumah," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua RT 04, Heru Agam (49) menyampaikan, di RW 13, rumah warga di lingkungan RT 04 paling banyak terdampak risiko pengeboman Gunung Bohong untuk proyek KCJB. Malah, rumahnya pun turut kena imbasnya.

"Ini, di sudut-sudut tembok rumah ini, sudah retak-retak semuanya. Retakannya juga malah ada yang menganga gitu. Memang getaran akibat pengeboman itu kerasa gede sampai aksesoris di atas pintu pada jatuh," ujarnya. 

Dibeberkan Heru, aktivitas pengeboman Gunung Bohong untuk kepentingan proyek kereta cepat tidak hanya dilakukan satu kali. Mengingat, dua Minggu kebelakang pun warga mendengar suara ledakan yang dampaknya mulai dirasakan warga ketika dua hari berselang saat hujan turun.

"Nah waktu hujan itu, tanah disini jadi makin labil karena memang sebelumnya juga udah gak stabil tanahnya. Jadi saya sama warga itu was-was, apalagi kan kalau inget sama keselamatan anak," pungkasnya. [yud]




Komentar Pembaca
Ingatkan Sukmawati, Sultan Tidore: Kita Semua Anak Pejuang
Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 , 03:13:53

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

JUM'AT, 15 NOVEMBER 2019 , 21:58:09

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA