Tingkatkan IPM, Garut Butuh 25 Milyar Untuk Biaya Pendidikan

Pendidikan  SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 19:03:00 WIB | LAPORAN: M NUR EL BADHY

Tingkatkan IPM, Garut Butuh 25 Milyar Untuk Biaya Pendidikan

Kadisdik Garut Totong/RMOLJabar

RMOLJabar. Dinas Pendidikan Kabupaten Garut menargetkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) bisa mengalami peningkatan. Salah satu caranya dengan meningkatkan angka lama sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Garut, Totong menuturkan, pada tahun 2018 rata-rata lama sekolah penduduk 25 tahun ke atas mencapai 7,5 tahun atau setara dengan kelas VII. Capaian tersebut berpengaruh pada IPM pendidikan di Garut.

"Kami ingin tingkatkan lagi angka sekolah non formal ini. Butuh anggaran yang tidak sedikit untuk mencapai IPM yang lebih baik lagi," ujar Totong usai penyampaian Strategi Akselerasi Capaian IPM Pendidikan di Pamengkang Garut, Sabtu (19/10).

Upaya yang bisa dilakukan, lanjutnya, dengan menggandeng berbagai pihak. Sinergitas dan kolaborasi tersebut disebut Totong bisa meningkatkan pendidikan di Garut.

"Anggaran yang diperlukan tidak sedikit. Makanya perlu kolaborasi dari APBD, dana desa, CSR perusahaan, dan Baznas Garut," katanya.

Totong menyatakan, pihaknya akan fokus menggarap pendidikan nonformal. Dari Data Pokok Pendidikan Masyarakat (Dapodikmas), ada 15 ribu masyarakat yang ikut paket kesetaraan. Jumlah itu terbilang masih kecil dan perlu kembali didata.

"Belum terdata semua. Seperti yang bekerja di Changsin itu ada dua ribu orang yang tak masuk Dapodikmas. Belum di masyarakat. Jadi angkanya cukup besar," ujarnya.

Anggaran yang diperlukan untuk mengatasi persoalan pendidikan, tuturnya, mencapai lebih dari Rp25 miliar. Angka itu berdasarkan dari biaya pendidikan satu orang sebesar Rp 1,5 juta.

"Rp25 miliar ini baru untuk 15 ribu orang. Kalau lebih, anggarannya tentu akan bertambah. Makanya perlu sinergitas semua unsur," katanya.

Totong menambahkan, pertumbuhan IPM di Garut sebenarnya sudah di atas rata-rata. Meski pertumbuhan bagus, namun tetap peringkat Garut masih berada di bawah.

"Perlu ada akselerasi untuk mencapainya. Tahun depan kami akan data anak yg tidak sekolah. Jadi database juga untuk intervensi program ini," katanya. [yud]



Komentar Pembaca
Ingatkan Sukmawati, Sultan Tidore: Kita Semua Anak Pejuang
Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 , 03:13:53

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

JUM'AT, 15 NOVEMBER 2019 , 21:58:09

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA