KABUPATEN BANDUNG BARAT

12 Pembicara Dari Berbagai Negara Bahas Kesejahteraan Anak Indonesia Dan Asia Tenggara

Ragam  SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 20:36:00 WIB | LAPORAN: ALVIN ISKANDAR

12 Pembicara Dari Berbagai Negara Bahas Kesejahteraan Anak Indonesia Dan Asia Tenggara

Konferensi internasional Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)/RMOLJabar

RMOLJabar. Konferensi Internasional Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan pengasuhan yang diselenggarakan Southeast Asia Ministers Education Organization (SEAMEO) Centre of Early Childhood Care Education and Parenting (CECCEP) ciptakan pembelajaran praktik-praktik baik (best practices) bagi akademisi dan praktisi PAUD di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara.

Direktur SEAMEO CECCEP, Dwi Priyono mengatakan, hasil riset sebelum dan sesudah konferensi internasional kedepannya bisa dijadikan sebagai bahan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bagi guru-guru PAUD di Indonesia dan Asia Tenggara.

"Kami yakin bahwa beberapa praktik baik dari New Zealand, Jepang, Cina dan Inggris yang disajikan pada konferensi ini dapat menjadi tambahan informasi untuk menjadi bahan pembelajaran," kata Dwi saat ditemui di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (19/10).

Melalui konferensi internasional, SEAMEO CECCEP dapat memperoleh bahan-bahan praktik, baik bagi capacity building dan advokasi untuk daerah-daerah yang membutuhkan peningkatan kualitas pembelajaran PAUD dan pengasuhan.

"Materi praktik baik PAUD dan Parenting ini disampaikan pula untuk mendukung kesejahteraan anak," terangnya.

Ditambahkan Dwi, saat konferensi diluncurkan buku hasil penelitian gabungan antara SEAMEO CECCEP dengan UNESCO BANGKOK dengan judul Regional Guidelines on Innovative Financing Mechanisms and Partnerships for Early Childhood Care and Education (ECCE).

"Buku ini memuat informasi tentang inovasi dari setiap PAUD dalam manajemen sumber dan metode pembiayaan untuk mendukung institusi PAUD dari berbagai Negara, diantaranya; Singapura, Thailand, India, Afrika Selatan, dan Mongolia," ujarnya.

"Ketersediaannya sendiri hanya ada di SEAMEO CECCEP dan UNESCO Bangkok karena tidak diperjualbelikan. Di akhir tahun 2019 nanti akan ada versi Bahasa Indonesia-nya," imbuhnya.

Konferensi internasional menghadirkan 12 pembicara utama, 30 praktisi dan akademisi yang masing-masing menyampaikan terkait program pengasuhan, pembuatan kebijakan dan implementasinya, peran orang tua dalam memastikan kesejahteraan anak, isu-isu kritis bidang PAUD dan Parenting dalam era abad 21, serta multikulturalisme, gender, dan keadilan dalam konteks PAUD.

Dihubungi terpisah, Head of Early Childhood Education and Development Tanoto Foundation, Sri Kusuma Hartani menyampaikan, tiga negara anggota ARNEC yakni Tiongkok, Nepal, dan Filipina dengan sangat sigap mendokumentasikan best practises, sehingga dapat dilihat, dinikmati, dan dicontoh oleh Indonesia.

"Nantinya, akademisi dan praktisi PAUD di Indonesia bisa memberikan lebih banyak paper, dokumentasi, dan pembelajaran serta menjadi kontributor bagi pekembangan early childhood education care education di Asia Tenggara dan Asia Pasifik," tandasnya. [yud]



Komentar Pembaca
Ingatkan Sukmawati, Sultan Tidore: Kita Semua Anak Pejuang
Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 , 03:13:53

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

JUM'AT, 15 NOVEMBER 2019 , 21:58:09

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA