Pergantian Musim, Pemkab Purwakarta Antisipasi Daerah Rawan Bencana

Pemerintahan  MINGGU, 20 OKTOBER 2019 , 17:34:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Pergantian Musim, Pemkab Purwakarta Antisipasi Daerah Rawan Bencana

Anne Ratna Mustika/RMOLJabar

RMOLJabar. Tak mau kecolongan, jajaran Pemkab Purwakarta mulai melakukan serangkaian antisipasi guna menyambut pergantian musim. Pasalnya, sejumlah wilayah di daerah ini dianggap rawan bencana alam saat musim hujan tiba.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengakui jika sebagian wilayahnya kerap dihantui peristiwa bencana alam. Sebut saja salah satunya, bencana akibat pergerakan tanah (longsor). Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mewaspadai bencana musiman tersebut.

"Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat, untuk bersama-sama mengantisipasi datangnya musim hujan. Supaya, dampak bencana pergantian musim nanti bisa diminimalisasi," ujar Anne, akhir pekan lalu.

Menurut Anne, salah satu upaya yang bisa dilakukan, yakni dengan menggalakan bebersih lingkungan. Sehingga, dampak bencana bisa diminimalisasi. Terlebih, merujuk pada data dinas terkait di akhir 2018 kemarin, di wilayahnya ada tiga bencana alam yang paling diantisipasi. Yakni, tanah longsor, puting beliung dan banjir.

"Sebagai bagian dari antisipasi, kami juga telah mengintruksikan supaya para para camat dan kades dan lurah untuk tanggap bencana. Apalagi, saat memasuki pergantian musim (kemarau ke hujan) nanti," ucapnya.

Anne menjelaskan terkait bencana alam akibat pergerakan tanah di wilayahnya. Hal itu, menurutnya, bisa saja terjadi di wilayahnya. Apalagi, jika menilik dari kontur tanah di beberapa wilayah di Purwakarta yang terdiri dari tanah lempung. Sehingga sangat berpotensi terjadi longsor.

"Kalau merujuk pada data, ada beberapa desa di 12 kecamatan yang ada, berpotensi terjadi pergerakan tanah. Makanya, ini harus diantisipasi bersama-sama. Kebanyakan, wilayah rawan longsor ini berada di daerah perbukitan yang kontur tanahnya jenis lempung. Sehingga, saat diguyur hujan tanah tersebut bisa menjadi medan luncur," kata Anne.

Ia menambahkan, untuk wilayah yang rawan longsor, itu ada beberapa kecamatan yang paling diawasi. Terutama, di wilayah Selatan atau daerah pegunungan. Semisal, Kecamatan Pondoksalam, Bojong, Darangdan dan Wanayasa. Hal itu, merujuk pada kejadian yang kerap terjadi di wilayah-wilayah tersebut.

Sedangkan, untuk bencana banjir sebenarnya nyaris tidak ada daerah yang rawan di wilayah kerjanya. Kalau pun ada, itu adalah banjir cileuncang yang diakibatkan adanya drainase yang tersumbat sampah.

"Untuk daerah rawan puting beliung, yang paling kita awasi itu Kecamatan Kota dan Babakan Cikao," demikian Ambu Anne. [gan]

Komentar Pembaca
Ingatkan Sukmawati, Sultan Tidore: Kita Semua Anak Pejuang
Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 , 03:13:53

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

JUM'AT, 15 NOVEMBER 2019 , 21:58:09

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA