KOTA TASIKMALAYA

Kota Santri Dalam Bayang-Bayang HIV Aids

Kesehatan  SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 08:16:00 WIB | LAPORAN: NANANG YUDI

Kota Santri Dalam Bayang-Bayang HIV Aids

Sekum HMI Cabang Tasikmalaya Yuda Yudhistira/Ist

RMOLJabar. Di usianya yang genap 18 tahun, Kota Tasikmalaya memang terlihat pesat dalam segi pembangunan infrastruktur. Namun, kemajuan tersebut harus berbanding lurus dengan sumber daya manusianya (SDM).

Demikian dikatakan Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tasikmalaya, Yuda Yudhistira, Senin (21/10).

Selain SDM, lanjut Yuda, degradasi moral di dalam tubuh yang dijuluki Kota Santri semakin kentara dengan banyak ditemukan kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Aids.

"Sumber KPAD, ada 647 kasus yang terdeteksi dan terjangkit HIV dan Aids, dari tahun 2004 sampai 2019, jumlah tersebut yang terdata, tentunya itu semua sebuah tamparan keras di hari jadinya Kota Tasikmalaya ke 18 tahun," ungkapnya.

Yuda mengatakan, pada tahun 2018 menjadi penemuan terbesar sekitar 99 kasus sedangkan sampai Juni 2019 ada 47 kasus hal tersebut cukup mencengangkan juga mengkhawatirkan.

"Dalam sejarahnya gelombang epidemi HIV di Indonesia, gelombang pertama tahun 1987 - 1997, penularan melalui hubungan seks sejenis (homo), dan gelombang kedua tahun 1997 - 2007 penularan melalui alat suntik (penasun)," jelasnya.

Gelombang ketiga tahun 2007 sampai dengan sekarang penularannya melalui heteroseksual seperti dari laki-laki pemberi seks kepada perempuan dan dari Ibu yang tertular HIV kepada bayi.

"Dengan demikian di mata publik setidaknya kasus tersebut menjadi ukuran kualitas pengelolaan Pemerintahan dan menjadi preseden buruk bagi pemangku kebijakan, dan tentu pemimpinnya harus bertanggung jawab atas rusaknya tatanan Kota Santri," tegasnya.

HMI mendesak Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman beserta Dinas Kesehatan untuk segera melakukan upaya pencegahan supaya kasus HIV dan Aids tidak terus berkembang pesat bagai gunung es dilautan.

"Tidak hanya Wali Kota, DPRD Kota Tasikmalaya untuk melakukan pengawasan secara intensif terhadap berlangsungnya Perda Nomor 2 Tahun 2008 tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan Aids," tuturnya.

Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya yang baru terbentuk segera bergerak dan mengenai upaya pencegahan mestinya Pemerintah dan wakil rakyat menggenjot dengan adanya pendidikan kepada masyarakat yang tepat sasaran untuk lebih mengetahui dan mewaspadai bahaya HIV dan Aids serta dilaksanakan secara continue.

"Tidak layak dijuluki Kota Santri kenyataannya rawan HIV dan Aids, karena akhlak, maka pembangunan jangan infrastruktur saja tetapi harus diimbangi dengan suprastruktur," pungkasnya. [yud]




Komentar Pembaca
Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA
IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00