KABUPATEN BEKASI

Prabowo Dirayu Dapat Jatah Menteri, Ini Tanggapan Sejumlah Politisi

Politik  SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:40:00 WIB | LAPORAN: SEPRIYANTO

Prabowo Dirayu Dapat Jatah Menteri, Ini Tanggapan Sejumlah Politisi

Ilustrasi/net

RMOLJabar. Jokowi dan Ma'ruf Amin telah resmi menjadi pasangan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Periode 2019-2024. Menariknya, pada pelantikan tersebut turut hadir Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sebagai kader Partai Gerindra.

Beredar isu, kehadiran rival Jokowi pada Pemilu lalu, lantaran adanya tawaran kursi menteri bagi partai berlambang kepala garuda ini.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Bekasi, Usup Supriyatna mengutarakan, soal kehadiran Prabowo Subianto dalam pelantikan tersebut merupakan hal yang baik. Kendati adanya isyarat yang menyebut Partai Gerindra mendapatkan jatah kursi menteri pada periode kepemimpinan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.  

"Soal Menteri itu kewenangan DPP partai, bukan kewenangan saya untuk mengomentari kaitan itu, kalau kita menyerahkan kewenangan sepenuhnya dari presiden yang terpilih Jokowi dan Ma'ruf Amin. Mungkin beliau mempunyai pandangan yang terbaik menurut dia kedepan seperti apa," ungkapnya.

Bergabungnya Partai Gerindra dalam mendukung pemerintahan dengan masuknya sejumlah menteri, ia berharap kedepannya dapat terwujud Indonesia yang kondusif, dan persatuan dapat terus terjaga.

"Mungkin dengan masuknya Gerindra itu, untuk menjaga solidaritas. Kalau kita sih ga masalah karena sudah percaya dan yakin soal penyusunan kabinet, kita serahkan semua ke presiden terpilih. Karena ada yang lebih penting lagi, demi bangsa dan negara kedepan," ujarnya.

"Karena sekarang kita tahu semua, kalau saat itu banyak penumpang gelap saat Pilpres. Ini mungkin bertujuan untuk merangkul semua, untuk mengantisipasi berkembangbiaknya radikalisme yang jadi penumpang gelap itu, dan maka semua dirangkul semua.  Intinya kita ingin kondusif, makmur, rakyat bisa sejahtera. Siapapun menterinya saya yakin itu sudah diperhitungkan Jokowi demi kemajuan bangsa ini," imbuhnya.

Hal berbeda dikemukakan Ketua DPD PKS Kabupaten Bekasi Muhammad Nuh, meski ia berpandangan itu merupakan hak pribadi Prabowo Subianto. Namun, ia memertanyakan konsistensi Prabowo sebagai simbol perubahan.

"Perlu disadari bahwa Prabowo dulu kompetitornya, ini hal yang harus diklarifikasi oleh Prabowo ke masyarakat, karena saya yakin akan terjadi kekecewaan, hopeless, Karena Prabowo itu simbol perlawanan, simbol perubahan. Kalau misalnya bergabung, apakah bisa berarti hilangnya harapan kubu 02," beber pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi ini.

Dengan bergabungnya Prabowo dalam kubu pemerintah, Ia mengaku diuntungkan. Sebab, PKS akan menjadi satu-satunya partai yang memerjuangkan keresahan masyarakat saat ini.

"Sebagai PKS mah saya senang-senang saja, karena sangat mungkin meraih dukungan itu. Kita secara partai nggak merasa dikhianati, tapi masyarakat yang terkena dampaknya. Makanya PKS mengambil sisi sebagai oposisi konstruktif karena banyak hal yang harus ditegaskan," ungkapnya.

"PKS ingin mengambil ceruk yang kemarin diambil oleh sosok yang namanya Prabowo, PKS juga ditawari menteri juga, tapi kita gak mau karena nanti ikutan mengkhianati harapan masyarakat, yang bergabung-bergabung itukan nanti membuat kebingungan Pak Jokowi dalam membagi-bagi jatah dan PKS gak mau ribut dimasalah itu," tambahnya.

Selain itu, ia juga menyinggung soal pidato Jokowi dalam pelantikan kemarin, ia menyebutkan harusnya ia juga menyinggung soal kegagalan pada periode lalu untuk dikoreksi, karena menurutnya hal tersebut juga penting untuk dijelaskan ke masyarakat.

"Yang kekurangan kemarin dibahas juga dong dipidatonya, misalnya PPS pemilu  yang meninggal, BPJS naik itu gimana, soal daya beli yang menurun, tingkat PHK, tenaga kerja asing, mustinya itu disebut, itu dijawab secara sekilas dalam pidatonya," ulasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Aria Dwi Nugraha mengapresiasi soal kehadiran Prabowo dalam pelantikan Presiden-Wakil Presiden, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Ia menyebut hal itu menunjukkan sikap ksatria Prabowo.

"Nggak jadi masalah karena yang dilantik Presiden Republik Indonesia, kalau saya melihat gak ada persoalan, kehadiran Bapak Prabowo itu hal yang positif, karena bagaimanapun presiden itu simbol negara," kata pria yang juga menjabat sebagai Kabid OKK DPC Partai Gerindra Kabupaten Bekasi ini.

Untuk itu, sebagai pimpinan legislator Kabupaten Bekasi ia mengajak kepada seluruh anggota dewan untuk mengenyampingkan ego partainya,  sebab walau bagaimana pun tugas dan fungsinya dewan semata untuk menyejahterakan masyarakat.

"Masuk dalam lembaga DPRD memiliki tujuan bersama memberikan yang terbaik bagi rakyat Bekasi. Jadi bukan lagi soal oposisi koalisi tapi ini bicara tugas dan fungsi kita sebagai wakil rakyat," tandasnya.[son]

Komentar Pembaca
Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA
IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00