KABUPATEN PURWAKARTA

Transformasi Santri

Ragam  SELASA, 22 OKTOBER 2019 , 18:42:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Transformasi Santri

Ahmad Anwar Nasihin/RMOLJabar

RMOLJabar. Kini, santri tidak bisa dipandang sebelah mata, karena momentum Hari Santri Nasional yang diberikan oleh pemerintah, merupakan penghargaan terhadap kaum sarungan.

Demikian disampaikan Ketua Majelis Mudzakarah Santri Purwakarta, Ahmad Anwar Nasihin disela upacara peringatan Hari Santri Nasional 2019 di Purwakarta, Selasa (22/10).

Menurutnya, santri harus bergerak maju menatap masa depan bangsa yang lebih terarah. Santri tidak hanya tekstual belajar kitab kuning saja tetapi santri harus mempu menguasai berbagai bidang ilmu pengetahuan agar santri semakin di perhitungkan di republik ini.

"Meski sudah terbukti santri mampu menjadi pemimpin nasional, tetapi santri sekarang harus menguasi sektor kekuasaan di Indonesia, agar lebih besar kontribusinya untuk bangsa," kata Anwar.

Begitu banyak jasa santri untuk bangsa Indinesia, baik sebelum kemerdekaan ataupun sesudah kemerdekaan. Santri mempunyai peran strategis untuk kemajuan masyarakat, disamping santri sebagai kader Islam yang mengawal dan menjaga moral bangsa. Santripun mampu menjadi pemimpin di berbagai tingkatan daerah.

"Santri saat ini tidak hanya dipahami sebagai orang yang secara formal belajar agama di pondok pesantren. Santri telah mengalami perluasan makna sebagai sifat yang melekat pada siapa pun yang mengamalkan tradisi santri," ujarnya.

Hari ini, santri telah tertransformasi menjadi kekuatan kelas menengah Muslim yang diperhitungkan. Tantangan globalisasi yang makin kompleks saat ini menjadikan nilai-nilai santri menjadi relevan untuk dikembangkan.

"Otoritarianisme, ketidakadilan ekonomi, konflik etnis, terorisme, maupun persoalan etika global masih menjadi tantangan-tantangan global pada masa depan," ucapnya.

Dia katakan berikutnya, berkembangnya gaya hidup yang cenderung konsumtif dan hedonis maupun berkembangnya radikalisme global menuntut peran aktif santri ke depan. Dalam perjalanan sejarahnya, santri telah membuktikan perannya dalam memperkuat karakter bangsa.

Pada masa Orde Baru, walaupun secara politik kaum santri mengalami tindakan represif dari rejim berkuasa, kelas menengah santri mengalami perkembangan penting.

"Hefner (2000), misalnya, menyimpulkan berkembangnya Civil Islam yang dimotori oleh kelas menengah Islam. Ini ditandai dengan hadirnya kalangan birokrasi dan profesional yang menjadi bagian penting gerakan santrinisasi," demikian Anwar Nasihin. [gan]

Komentar Pembaca
Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA
IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00