KABUPATEN GARUT

Banyak Orang Besar Lahir Dari Pondok, Jangan Gengsi Anak Masuk Pesantren

Politik  SELASA, 22 OKTOBER 2019 , 19:02:00 WIB | LAPORAN: M NUR EL BADHY

Banyak Orang Besar Lahir Dari Pondok, Jangan Gengsi Anak Masuk Pesantren

HR Mochamad Romli/Repro

RMOLJabar. Banyak orang-orang besar dan tokoh bangsa yang lahir dari Pondok Pesantren. Sebut saja Wakil Presiden yang baru dilantik KH. Ma'ruf Amin yang juga merupakan santri dan juga kiai.

Wakil Ketua Bidang Kaderisasi PC GP Ansor Kabupaten Garut, HR Mochamad Romli meminta agar masyarakat tidak malu untuk mondok.

"Jangan gengsi ketika anaknya di pesantrenkan. Karena faktanya banyak sekali pejabat, pengusaha, dokter, TNI, Polisi, dan lainnya yang dulunya mondok. Ketika anaknya dipesantrenkan, nyantri, maka banyak hal yang kemudian menjadi nilai lebih," kata Romli, Selasa (22/10).

Ia menyebut, saat ini tidak sedikit masyarakat yang enggan belajar langsung kepada ulama dan merasa cukup belajar melalui media sosial. Hal tersebut menjadikan pemahaman yang tidak jarang menyimpang karena menelan bulat-bulat informasi yang diterima, sehingga merasa paling benar dengan pemahaman yang diterimanya melalui media sosial itu.

Nilai lebih yang dimaksudkan, lanjutnya, adalah penyeimbanGan antara ilmu agam dan umum.

"Mesantren sambil sekolah atau kuliah tidak menjadi masalah. Di pesantren belajar agama, di kuliah atau sekolah belajar ilmu umum. Hasilnya kan menjadi luar biasa karena ada nilai-nilai keagamaan di sana sehingga tidak tersesat," ucapnya.

Dengan peringatan Hari Santri Nasional (HSN), masyarakat diharapkan bisa kembali membudayakan untuk menjadikan pesantren sebagai tempat utama belajar agama dari ahlinya bagi anak-anaknya.

Apalagi saat ini pemerintah telah mengesahkan Undang-Undang Pesantren sehingga memiliki arti pengakuan pemerintah terhadap pendidikan pondok pesantren.

Apalagi dengan perkembangan zaman saat ini, pemahaman tentang agama harus betul-betul dipahami dengan baik dan benar. Hal itu harus dilakukan karena berseliwerannya pemahaman yang bisa menggiring pembaca pada radikalisme.

"Momentum HSN ini harus betul-betul menjadi titik balik masyarakat memahami perjuangan para santri dengan menjadikan pesantren sebagai sentral pendidikan agama. Jangan kemudian hanya ikut memeringati saja, tapi harus juga menyadari bahwa generasi penerus bangsa ini harus dipesantrenkan," kata Wakil Ketua DPRD dari Fraksi PKB itu.

Di Kabupaten Garut, ribuan santri dari seluruh pesantren yang ada di wilayah kota, utara, hingga selatan berkumpul memeringati HSN di lapangan Ciateul, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

Saat ini, imbuhnya, muncul berbagai pemahaman yang menyimpang dan bertentangan dengan ajaran para ulama. Persoalan tersebut muncul karena budaya belajar langsung kepada ulama, kiai, ustaz dan lainnya terkikis dengan munculnya media sosial dan dijadikan satu-satunya sumber dalam belajar agama.

"Perkembangan zaman tentu harus diikuti kalau memang hal tersebut memiliki dampak yang positif untuk kita. Tapi yang harus diingat kemudian adalah kita jangan sampai meninggalkan budaya lama yang memiliki dampak positif juga," ujarnya. [gan]

Komentar Pembaca
Ingatkan Sukmawati, Sultan Tidore: Kita Semua Anak Pejuang
Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 , 03:13:53

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

JUM'AT, 15 NOVEMBER 2019 , 21:58:09

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA