KOTA BANDUNG

Dewan Pendidikan: 1000 Anak Ayam Tidak Akan Sembuhkan Kecanduan Gawai

Politik  SELASA, 22 OKTOBER 2019 , 21:55:00 WIB | LAPORAN: RIDWAN ABDUL MALIK

Dewan Pendidikan: 1000 Anak Ayam Tidak Akan Sembuhkan Kecanduan Gawai

Ilustrasi anak main gawai/Net

RMOLJabar. Sekretaris Dewan Pendidikan Bandung Irianto menegaskan, jika ditinjau antara anak ayam, pendidikan dan kecanduan akan gawai, itu tidak memilik kolerasi.

Kendati demikian, Irianto menduga, Wali Kota Bandung Oded M Danial memiliki pengalaman yang baik dengan anak ayam pada masa kecil. Sehingga, pada saat menjadi Wali Kota mencoba menerapkan hal tersebut.

"Kalau ditinjau dari segi pendidikan ga ada kaitan antara ayam dengan gadget, tapi mungkin Mang Oded punya pengalaman masa kecil, atau Mang Oded mungkin pernah membaca buku dengan cara itu," ucap Irianto saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (22/10).

"Tapi kalau saya pribadi, saya belum menemukan kolerasi antara ayam dengan gadget. Syukur kalau anak itu pencinta ayam," sambung Irianto.

Irianto menjelaskan, seharusnya Pemerintah Kota Bandung lebih menguatkan pendidikan karakter mulai dari lingkungan keluarga. Pasalnya, hal itu dinilai efektif dalam memberikan edukasi terhadap anak terkait bahaya kecanduan akan gawai.

Bahkan, Irianto menegaskan, seribu ayam pun tidak bisa menghilangkan kecanduan anak akan gawai. Jikalau, lingkungan terdekatnya yaitu keluarga masih seringkali mencontohkan bermain gawai di depan anak-anak.

"Harus dimulai dari rumah tangga, jadi bagaimana mungkin Mang Oded kasih ayam tapi bapak ibunya sibuk main gadget di rumah, anaknya ga keurus. Mau seribu ayam pun diberikan ga akan bisa meninggalkan kecanduan gadget," tuturnya.

"Tapi kalau orang tua bangun subuh misalnya ajak anaknya salat ke mesjid, pulang baca quran, sarapan sama-sama berangkat bareng. Pulang bareng, langsung ngaji lagi insyaallah anak akan hilang kecanduan gadget," lanjut Irianto.

Disinggung terkait Pemkot berencana menganggarkan dana untuk pengadaan satu ayam satu anak. Irianto menambahkan, jikalau anggaran itu dikeluarkan oleh dana pribadi atau donatur itu tidak menjadi masalah. Namun, jika anggaran tersebut berasal dari APBD, tentunya ada mekanisme yang harus ditempuh. Satu diantaranya, melalui persetujuan dan pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung.

"Kalau pakai APBD ya pasti harus pakai aturan, itu DPRD yang harus mengawasi anggaran itu. Sebagai seorang pendidik saya belum menemukan argumentasi melalui kajian ilmiah, bahwa ketika dia main ayam dia tidak akan kecanduan gadget," pungkasnya. [gan]


Komentar Pembaca
Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA
IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00