Seret Bank Standard Chartered, Kasus Pengambilalihan Bank Bali Segera Ditindaklanjuti

Hukum  JUM'AT, 01 NOVEMBER 2019 , 21:15:00 WIB | LAPORAN: ALDI FERDIAN

Seret Bank Standard Chartered, Kasus Pengambilalihan Bank Bali Segera Ditindaklanjuti

Rudy Ramli/Net

RMOLJabar. Dugaan cacat hukum proses pengambilalihan Bank Bali yang melibatkan Standard Chartered Bank (SCB) bakal ditindaklanjuti. Pasalnya, sudah ada beberapa dokumen yang bisa dijadikan alat bukti.

Begitu dikatakan Yusril Ihza Mahendra selaku Pengacara Rudy Ramli dalam keterangannya kepada Kantor Berita RMOLJabar, Jumat (1/11).

"Kita lihat ada banyak kejanggalan yang bisa kita ajukan gugatan atas proses pengambilalihan Bank Bali,” ungkap Yusril dalam kesempatan peringatan 20 Tahun Kasus Bank Bali beberapa waktu lalu.
 
Sementara itu, mantan Direktur Utama Bank Bali Rudy Ramli juga menguatkan adanya indikasi skenario jahat pengambilalihan Bank Bali yang dalam kondisi sehat, sehingga terpaksa harus ikut program rekapitalisasi perbankan. Indikasi itu kian kuat, setelah pengelolaan Bank Bali diserahkan oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) kepada SCB.

"Ini ditandai adanya gerakan Mosi Tidak Percaya (MTP) karyawan Bank Bali kepada SCB yang ditandatangani 20 tahun lalu, yaitu  pada 25 Oktober 1999,” ujar Rudy dalam acara memperingati 20 Tahun MTP Bank Bali, Jumat, 25 Oktober 2019, di Bandung.
 
Keterlibatan SCB sejak proses rekap Bank Bali, hingga dikategorikan Bank Take Over (BTO), dan dilanjutkan dengan ditunjuknya sebagai Tim Pengelola Bank Bali oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) pada awal 1999, mengindikasikan adanya ketidakwajaran.

SCB yang awalnya diberikan hak melakukan due dilligence ternyata sudah melakukan tindakan layaknya proses akuisisi alias pengambilalihan Bank Bali.
 
Indikasi inilah yang pada akhirnya mengundang kecurigaan karyawan Bank Bali atas ulah SCB. Apalagi ditemukan dokumen adanya usulan dari SCB kepada BPPN agar Bank Bali dijadikan BTO. Maka tepat pada tanggal 25 Oktober 1999, beberapa direksi dan sejumlah karyawan Bank Bali membuat surat Mosi Tidak Percaya (MTP) atas ulah SCB yang seharusnya menyehatkan Bank Bali.  
 
Dalam surat MTP itu, para karyawan menyatakan, sejak SCB masuk, bukan menyehatkan, malah banyak tindakan yang  merugikan Bank Bali. Di antaranya berkonsipirasi dengan oknum BPPN mengusir dan mengkriminalisasi top management Bank Bali, menghambur-hamburkan dana Bank Bali untuk Pesta Ulang Tahun Ketua Tim Pengelola, Douglas Beckett di Hotel Dharmawangsa.

Kemudian, fasilitas super mewah untuk Tim SCB 60 orang, gaji 60 orang SCB setara dengan 7.000 karyawan Bank Bali, pemindahan nasabah tabungan Bank Bali ke SCB serta pemindahan kredit-kredit bagus dari Bank Bali ke SCB.
 
Surat MTP itu ditandatangani direksi, Kepala Cabang dan karyawan Bank Bali yang tersebar di seluruh Indonesia,  dan ditujukan kepada Bank Indonesia, BPPN dan ditembuskan ke Pemerintah RI, DPR RI, Lembaga Keuangan Nasional, seperti Bapepam dan Bursa Efek Jakarta dan Surabaya. Juga lembaga Internasional, seperti IMF, World Bank, ADB dan lainnya.
 
Dalam acara memperingati 20 Tahun MTP itu, Rudy juga menjelaskan, penunjukkan Yusril sebagai pengacara, ditempuh guna menuntut keadilan. Karena Rudy merasa dalam proses pengambilalihan PT Bank Bali Tbk yang telah dimerger menjadi PT Bank Permata Tbk dirinya sangat dirugikan. Sementara itu, di mata Yusril, proses itu penuh indikasi kejanggalan dan kecurangan terencana.
 
"Kami sudah memiliki beberapa dokumen Rencana Jahat SCB  mengambil alih Bank Bali, di antaranya, dengan nama proyek Fork,” ujar Rudy.

Dan dia mengaku, berani menggugat kasus Bank Bali, karena adanya beberapa dokumen yang mengindikasikan perbuatan melawan hukum dari SCB. [gan]

Komentar Pembaca
Ingatkan Sukmawati, Sultan Tidore: Kita Semua Anak Pejuang
Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 , 03:13:53

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

JUM'AT, 15 NOVEMBER 2019 , 21:58:09

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA