Airlangga Harapkan MTR Hasilkan Rekomendasi Solusi

Ekbis  SABTU, 02 NOVEMBER 2019 , 05:20:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Airlangga Harapkan MTR Hasilkan Rekomendasi Solusi

ASEAN Economic Community Council/Net


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Airlangga Hartarto dalam pertemuan ASEAN Economic Community (AEC) Council, Kamis (31/10), mengharapkan, MTR dapat menghasilkan rekomendasi solusi untuk menyelesaikan isu carry-over yang belum sempat terimplementasi pada tahun-tahun sebelumnya ke tahun implementasi selanjutnya.

Indonesia mengharapkan agar update informasi secara periodik tentang implementasi prioritas pada tahun berjalan dapat disediakan, dalam rangka mendorong tingkat implementasi prioritas-prioritas tahunan, baik di tingkat negara maupun ASEAN,” tutur Airlangga dalam keterangan tertulis, Jumat (1/11).

Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir tingkat penyelesaian prioritas tahunan AEC Blueprint 2025 hanya berada pada kisaran 60%, kecuali untuk tahun ini yang tingkat implementasinya diperkirakan dapat mencapai sekitar 91 persen.

Dalam pertemuan tersebut, Airlangga menyampaikan bahwa Indonesia juga mendorong dilakukannya kajian tentang development gap antar ASEAN Member States (AMS).

Kajian tersebut, kata Airlangga dilakukan untuk menyusun prioritas pada tahun-tahun selanjutnya yang diharapkan dapat mempersempit kesenjangan antar negara anggota ASEAN.

Indonesia mendorong ASEAN untuk memperhatikan perbedaan tingkat pembangunan diantara AMS dan memprioritaskan inisiatif-inisiatif berdasarkan tingkat practicality serta nilai tambahnya,” ujar dia.

Selain itu, pemerintah juga berharap agar implementasi atas instruksi AEC Council kepada seluruh badan sektoral yang berada di bawah koordinasinya tersebut dapat membuat proses kerja di ASEAN menjadi lebih efisien dan efektif.

Termasuk untuk mengatasi tumpang tindih tugas dan fungsi diantara badan-badan sektoral.   

Indonesia mengusulkan agar isu Fourth Industrial Revolution (4IR) yang sangat luas dan bersifat lintas sektor dapat ditangani oleh lembaga sektoral yang menangani bidang industri dibawah AEC Council.

Dalam hal ini perlu dibahas lebih lanjut mekanismenya, termasuk kebutuhan perubahan ASEAN Charter untuk mengakomodir usulan tersebut,” Airlangga menambahkan.

Adapun, Airlangga mengapresiasi tingkat implementasi kolektif dari 171 prioritas tahunan ASEAN 2019, yang hingga saat ini telah mencapai 93 prioritas atau 54,4 persen.

Indonesia sendiri, menurutnya, telah menyelesaikan 103 prioritas atau 61 persen. Secara kolektif, diperkirakan ASEAN dapat menyelesaikan sekitar 91.2 persen prioritas di tahun 2019.

Sebagai informasi, berlakunya AEC pada tahun 2015 merupakan langkah besar bagi integrasi ekonomi ASEAN, karena menawarkan peluang yang besar dengan potensi pasar mencapai 3 triliun dolar AS dan 649 juta penduduk.

Sejak diberlakukannya AEC Blueprint 2025, upaya integrasi dilakukan secara bertahap melalui target Annual Priorities yang harus dipenuhi oleh negara anggota pada setiap tahunnya.

AEC Council di negara anggota bertanggung jawab memantau perkembangan implementasi setiap prioritas dan melaporkannya pada pertemuan AEC Council Meeting di ASEAN Summit, termasuk pada kesempatan ASEAN Summit ke-35 kali ini.

Tahun 2018 total perdagangan ASEAN mencapai 2,8 triliun dolar AS dengan perdagangan intra-ASEAN memiliki porsi terbesar yaitu 23 persen.

Berdasarkan data ASEAN Secretariat, nilai ekspor Indonesia ke ASEAN dalam kurun waktu 2015-2018 mengalami peningkatan sebesar 25 persen dari 33 juta dolar AS menjadi 42 juta Dolar AS pada 2018.

Sementara itu sebesar 39 persen aliran investasi asing langsung (FDI) yang masuk ke Indonesia pada tahun 2018 berasal dari ASEAN.

Pada periode 2015-2018, nilai FDI yang masuk dari ASEAN ke Indonesia naik 24 persen, semula 9,1 miliar dolar AS menjadi 11,3 miliar DOlar AS pada tahun 2018.[des]


Komentar Pembaca
Dewan Pengawas KPK Jangan Jadi Boneka Kekuasaan

Dewan Pengawas KPK Jangan Jadi Boneka Kekuasaan

SELASA, 12 NOVEMBER 2019 , 20:09:14

Cukai Rokok Naik, Sri Mulyani Pro Asing?

Cukai Rokok Naik, Sri Mulyani Pro Asing?

SENIN, 11 NOVEMBER 2019 , 17:50:00

Kenapa Wakil Panglima TNI Harus Diaktifkan?

Kenapa Wakil Panglima TNI Harus Diaktifkan?

SABTU, 09 NOVEMBER 2019 , 22:30:00

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA
IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00