Dikandang Sendiri, Persikasi Unggul Tipis Dari Perses Sumedang

Olahraga  SABTU, 02 NOVEMBER 2019 , 18:14:00 WIB | LAPORAN: SEPRIYANTO

Dikandang Sendiri, Persikasi Unggul Tipis Dari Perses Sumedang

Selebrasi Pemain Persikasi Bekasi Usai Mencetak Gol/RMOLJabar

RMOLJabar. Lanjutan Pertandingan Super Jalapa Liga 3 Seri 1 Jawa Barat tahun 2019 memasuki babak semi final yang mempertemukan Persikasi Kabupaten Bekasi melawan Perses Sumedang yang digelar di Stadion Wibawa Mukti, Sabtu (02/11) pukul 15.00 WIB.

Dari pantauan dilokasi, pertandingan babak pertama, tuan rumah Persikasi tampak lebih dominan dalam melakukan intensitas serangan.

Kokohnya pertahanan Perses yang dikawal Adi Gunawan hanya sampai menit 32'. Dengan mengandalkan postur dan lompatan tinggi umpan Angga  dimanfaatkan dengan baik oleh Abdal Yusa dengan sundulannya dan berhasil merubah skor 1-0 untuk Persikasi.

Perses sendiri tidak hanya berdiam diri, sesekali mereka melancarkan serangan demi mencetak gol. Sayangnya, tembakannya dari arahkan ke penjaga gawang Persikasi tak mampu mengubah skor pertandingan. Hingga wasit meniupkan peluit tanda berakhirnya babak pertama, kedudukan tidak berubah 1-0 untuk ke unggulan Persikasi.

Dibabak kedua, Perses Sumedang mencoba berinisiatif melakukan penyerangan, namun serangan-serangannya selalu kandas di kaki pemain belakang Persikasi. Ditengah intensitas serangan dari Perses Cirebon, di menit ke-81 Persikasi berhasil membuat gol tambahan, sayangnya wasit menganulir gol tersebut lantaran penyerang Persikasi terlebih dahulu terkena Offside.

Sisa menit yang sangat tipis membuat Perses kesulitan untuk mencetak gol untuk menyamakan kedudukan. Sampai wasit meniupkan peluit panjang, tak ada gol yang bisa dicetak oleh kedua tim di babak kedua hingga skor tidak berubah 1-0 untuk kemenangan Persikasi.

Usai pertandingan, Pelatih Kepala Perses Sumedang, Aam Muharam menjelaskan kekalahan timnya lantaran dalam pertandingan tersebut, dibabak pertama timnya dalam keadaan nervous, sehingga permainan Perses Sumedang tidak dapat berkembang.

"Dibabak pertama pemain kita sedikit gugup sehingga skema permainan tidak berjalan, ditambah mungkin karena Persikasi tuan rumah sehingga mereka leluasa mengembangkan permainannya," bebernya.

Kemudian, dibabak kedua ia mencoba merubah taktik permainan, terbukti intensitas serangan dari Perses Sumedang semakin baik walaupun tak juga membuahkan gol.

Dalam pertandingan tersebut, Aam juga mengritik wasit yang memimpin pertandingan lantaran terlihat berat sebelah. Hal itu dibuktikan ketika timnya dilanggar di kotak pinalti lawan, namun wasit tak juga memberikan pinalti bagi Perses Sumedang.

"Saya melihat kepemimpinan wasit terlihat tidak netral, kita dirugikan salah satunya yang tadinya harusnya pinalti, tapi ternyata tidak diberikan. Saya berharap kedepannya, wasit yang memimpin pertandingan bisa lebih netral lagi," ungkapnya.

Kendati demikian, pada leg kedua nanti di Sumedang, ia bakal menyiapkan strategi untuk memenangkan pertandingan, sebab dengan kemenangan lebih dari dua gol lah timnya dapat melaju ke babak final.

Ditempat yang sama, Pelatih Persikasi Kabupaten Bekasi, Rici Vauzi mengakui permainan tim asuhannya tidak berada diperforma terbaiknya, sehingga gol yang dihasilkan tidak banyak.

"Pada pertandingan ini memang kita intensif melakukan serangan tetapi hanya tercipta satu gol saja. Itu karena banyak faktor mungkin salah satunya karenna kondisi lapangan yang sedikit basah sehabis hujan jadi agak mengganggu permainan," ungkapnya.

Kemudian, tambah dia, juga lantaran faktor jarak pertandingan yang terlalu dekat, sehingga para pemain tidak dalam performa terbaiknya. Kendati demikian, pihaknya bersyukur atas kemenangan timnya. Sebagai modal awal untuk menyongsong leg kedua di Sumedang.

"Kita bersyukur pertandingan kali ini kita menang, ini jadi modal kita untuk leg kedua nanti. Kita akan siapkan strategi lain untuk memenangkan pertandingan di leg kedua nanti untuk memuluskan langkah Persikasi ke final," tandasnya. [yud]



Komentar Pembaca
Dewan Pengawas KPK Jangan Jadi Boneka Kekuasaan

Dewan Pengawas KPK Jangan Jadi Boneka Kekuasaan

SELASA, 12 NOVEMBER 2019 , 20:09:14

Cukai Rokok Naik, Sri Mulyani Pro Asing?

Cukai Rokok Naik, Sri Mulyani Pro Asing?

SENIN, 11 NOVEMBER 2019 , 17:50:00

Kenapa Wakil Panglima TNI Harus Diaktifkan?

Kenapa Wakil Panglima TNI Harus Diaktifkan?

SABTU, 09 NOVEMBER 2019 , 22:30:00

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA
IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00