TKW Asal Karawang Disekap Dan Diperlakukan Tidak Manusiawi Di Arab

Peristiwa  RABU, 06 NOVEMBER 2019 , 11:00:00 WIB | LAPORAN: NURJAYA BACHTIAR

TKW Asal Karawang Disekap Dan Diperlakukan Tidak Manusiawi Di Arab

Ilustrasi TKW/Net

RMOLJabar. Kisah sedih dialami seorang Buruh Migran Indonesia (BMI), Siti Sukaesih (20) asal Dusun Gulampok, Desa Sirnajaya, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang. Sudah delapan bulan berangkat ke luar negeri, guna memperbaiki hidup malah menjadi bencana.

Siti sempat mengalami depresi diduga kerap mendapat siksaan selama bekerja menjadi BMI di Riyadh, Saudi Arabia. Selain itu, Siti mendapat siksaan selama ditampung di agency Riyadh.

Menurut pengakuan yang dialami Siti, selama disana dia diperlakukan tidak manusiawi serta disiksa dengan alasan yang tidak jelas.

"Siti berhasil pulang ke kampung halaman bertemu dengan keluarga atas bantuan tim BMI asal Cianjur saat melakukan advokasi BMI asal Cianjur," ungkapnya kepada Kantor Berita RMOLJabar, Selasa (5/11) kemarin.

Siti Sukaesih menjadi buruh migran di Arab Saudi sejak 7 bulan lalu melalui PJTKI PT Pancabayu Aji Saksi di Jakarta.

Selama bekerja sebagai pembantu rumah tangga, Siti juga dalam pengakuannya tidak digaji. Bahkan sering disiksa oleh majikan sehingga dirinya ada perasaan takut.

"Setelah pulang ke Indonesia tidak ingin lagi kerja ke luar negeri, selain trauma juga tidak menjanjikan dalam kehidupan yang lebih baik, sehingga saya menjadi korban atas disekapnya di Riyadh," ucap Siti.

"Saya juga berpesan kepada warga Karawang untuk berhati-hati serta harus siap mental kalau mau kerja ke luar negeri, selama masih ada pekerjaan di Indonesia lebih baik di negeri kita aja. Selain kita bisa kumpul dengan keluarga juga bisa menikmati hasilnya walaupun  dengan seadanya," pungkasnya. [gan]

Komentar Pembaca
Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA