IPP Jawa Barat Menclok Diurutan Lima Terendah

Oleh: Agus Sanusi

Sudut Pandang  JUM'AT, 08 NOVEMBER 2019 , 09:26:00 WIB

IPP Jawa Barat Menclok Diurutan Lima Terendah

Ketua DPD PSI Kabupaten Purwakarta Agus Sanusi/Ist

DITENGAH fenomena bonus demografi beberapa tahun ke depan, pembangunan pemuda merupakan agenda strategis yang perlu dilakukan pemerintah baik pusat maupun daerah.

Indonesia akan mengalami bonus demografi pada 2030-2040 dimana diprediksi jumlah penduduk usia produktif (berusia 15-64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif (berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun).

Yaitu mencapai sekitar 64 persen dari total jumlah penduduk yang diproyeksikan sebesar 297 juta jiwa.

Sebagai daerah penyangga ibu kota Negara, Jawa Barat mempunya tingkat bonus demografi tertinggi dibandingkan dengan berbagai provinsi lainnya.

Saat ini saja penduduk Jabar menyumbang proporsi 20% dari penduduk Indonesia atau 46,53 juta. Apalagi jika ditambah bahwa sejumlah penelitian mengungkapkan bonus demografi di Jawa Barat terjadi lebih cepat.

Namun yang terjadi justru cukup mengkhawatirkan. Menjadi daerah penyangga Ibu kota semestinya memberi keuntungan tersendiri bagi Jawa Barat, sebab ada kekuatan konektivitas melalui spillover pertumbuhan.

Apa yang terjadi justru tak seperti diharapkan. Selain menjadi provinsi dengan tingkat pengangguran tertinggi, Jawa Barat juga menempati posisi 5 terendah dalam indeks pembangunan pemudanya. Dan meskipun angkanya sempat naik, secara peringkat Jawa Barat tidak bergeser artinya akselerasinya sangatlah rendah.

Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Jawa Barat sangat rendah pertama dalam partisipasi dalam organisasi, kedua pemuda yang berwirausaha, ketiga perempuan yang bersekolah menengah dan berpendidikan tinggi, keempat pemuda yang merokok dan pengangguran dan pemuda yang berpendapat dalam masyarakat.

Jika kita melihat potensi bonus demografi yang bukan hanya besar namun terjadi lebih cepat. Tentu ini perlu disikapi secara serius dan cepat sebab alih-alih menjadi keunggulan bonus demografi ini justru menjadi bencana.

Sayangnya sampai hari ini jangankan untuk melalakukan akselerasi pemerintah provinsi sendiri belum menunjukan kinerja yang signifikan. Lebih sibuk mengatur orang-orang di dalam dari pada melakukan langkah kerja dengan optimal hal ini terbukti dari rendahnya serapan APBD Jawa Barat 2019 yang baru sekitar 54% dari total 31,7 Triliun.

Dalam janjinya Ridwan Kamil sendiri pernah menyinggung Perda Kepemudaan, sekolah SMA gratis dan sejumlah program berbasis kepemudaan.

Sampai hari ini publik masih menunggu sebab jangan sampai Jawa Barat hanya jadi lonjakan saja untuk karier politik (jadi presiden) dimana sensasi Ridwan Kamil pada akhirnya mengalahkan esensi dari tugas kepemimpinan Jawa Barat yaitu mensejahterakan dan memajukan masyarakat. [***]

Penulis adalah Ketua DPD PSI Kabupaten Purwakarta.


Komentar Pembaca
Masa Depan Kashmir Berada Pada Masyarakat Internasional
Pulihkan Nama Baik Anies

Pulihkan Nama Baik Anies

JUM'AT, 22 NOVEMBER 2019

Tata Krama Janji

Tata Krama Janji

JUM'AT, 22 NOVEMBER 2019

Ideologi Radikalisme

Ideologi Radikalisme

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019

Tabayyun Menghadapi Berita

Tabayyun Menghadapi Berita

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019

Bawah Pohon

Bawah Pohon

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019

Bunga untuk Veronica Tan

Bunga untuk Veronica Tan

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 17:00:04

Ingatkan Sukmawati, Sultan Tidore: Kita Semua Anak Pejuang
Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 , 03:13:53

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA