Fenomena Desa Hantu

Ragam  JUM'AT, 08 NOVEMBER 2019 , 12:52:00 WIB | LAPORAN: YON MARYONO

Fenomena Desa Hantu

Ilustrasi/Net

RMOLJabar. Kasus Desa Hantu (fiktif) yang terjadi di Sulawesi Tenggara,  diduga untuk mengeruk Dana Desa yang digelontorkan Pemerintah Pusat.

Mantan Menteri Desa, Eko Putro Sandjojo, memberikan keterangan bahwa penentuan desa itu merupakan kewenangan pihak Kementerian Dalam Negeri.

"Pembentukan desa itu berdasarkan usulan masyarakat, kemudian dibahas antara DPRD kabupaten dan Bupati," kata Eko Putro Sandjojo, beberapa saat lalu pada Kantor Berita RMOLJabar, Jumat (8/11).

Masih menurutnya, setelah melalui beberapa tahap, maka proses selanjutnya dinaikkan ke provinsi dan setelah itu ke kemendagri.

"Kemendesa tidak punya kewenangan bahkan tidak dilibatkan dalam menentukan terbentuknya desa," ujar mantan Menteri Desa tersebut.

Eko meminta, agar siapapun kalau terbukti melakukan tindakan pidana harus segera diproses hukum dan dihukum yang berat saja.

"Harus benar-benar diinvestegasi dan kalau ada benar, pelakunya ditangkap dan dihukum yang berat. Agar ada efek jera dan tidak ditiru oleh daerah-daerah lain," tegasnya.

Sementara itu,  mantan Camat Mundu Cirebon August Prestianto, mencuatnya Desa Hantu, tentu sangat mengherankan, karena untuk pencarian anggaran Dana Desa, harus mendapatkan rekomendasi dari pihak Kecamatan dan Dinas terkait.

"Untuk pencarian Anggaran, tidak mudah, harus ada rekomendasi dari Camat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Bupati," pungkasnya. [yud]





Komentar Pembaca
Bunga untuk Veronica Tan

Bunga untuk Veronica Tan

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 17:00:04

Ingatkan Sukmawati, Sultan Tidore: Kita Semua Anak Pejuang
Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 , 03:13:53

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA