Pameran Lukisan Kenangan Dan Cinta Dalam Sentuhan Nana Banna

Ragam  JUM'AT, 08 NOVEMBER 2019 , 17:20:00 WIB | LAPORAN: TANTI SUGIHARTI

Pameran Lukisan Kenangan Dan Cinta Dalam Sentuhan Nana Banna

Lukisan karya Nana Banna/RMOLJabar

RMOLJabar. Nana Banna, seorang pelukis kebanggan Kota Kembang yang lahir pada Februari 1942. Semasa hidupnya, sejak 1968 sudah melakukan lebih dari 83 Pameran tunggal dan bersama di berbagai negara, seperti di Amerika, Jepang, Filipina, Swiss, Brunei Darussalam, Thailand, Malaysia, dan Indonesia.

Meskipun kini Nana telah berpulang pada Agustus 2018 lalu, namun karya-karyanya selalu dikenang oleh para sahabat Nana. Awal November ini, keluarga Nana mengadakan pameran tunggal di Hotel De Paviljoen Bandung, Jalan RE Martadinata. Pameran ini berlangsung mulai 7 November - 7 Desember 2019.

Elin Samsuri, salah seorang sahabat yang paling dekat dengan Nana turut hadir dalam pameran tunggal. Ia menjadi salah seorang saksi hidup Nana Banna. Berawal dari memiliki kecintaan yang sama terhadap memancing, Elin dan Nana bersahabat layaknya sepasang sepatu yang tak bisa dipisahkan.

"Saya mengenal Nana sejak 1963, karena dipertemukan dengan kecintaan yang sama, saya anak wayang, beliau seni rupa. Sama-sama suka sastra. Saya main wayang dan drama, beliau menjadi art director. Akhirnya kami selalu bersama," kenangnya saat ditemui usai membuka pameran, Kamis (7/11) malam.

Nana merupakan seorang pelukis dengan aliran realis, dia selalu mengekspresikan pesannya tidak lepas dari culture yang kemudian digambarkan dalam bentuk lukisan di atas kaca. Menurutnya, bagi Nana setiap saat adalah melukis. Tanpa direncanakan pun dia bisa tiba-tiba melukis. Ada perpaduan antara ilham dan imajinasi.

"Pernah waktu kita sedang berbincang di Rumah Nana, tiba-tiba ditengah perbincangan dia mau melukis. Karena dari obrolan itu ada inspirasi. Apalagi sepulang dia berhaji, dia tak henti-hentinya melukis, karena sangat banyak yang ingin dia tuangkan," lanjutnya.

Pameran tunggal dengan mengangkat tema "Kenangan dan Cinta dalam Sentuhan Warna". Ini menjadi sebuah simbol perjalanan cinta Nana Banna yang senantiasa merendah hati terhadap sesama, alam, dan terhadap Tuhan.

Salah seorang Maestro Pupu Iskandar, dan beliau merupakan guru Nana Banna pernah berkata, "Apabila ingin melihat sosok perempuan Sunda, lihat lukisan beliau." Lukisan Nana Banna dikenal dengan ciri khas wajah yang unik, serta kental dengan culture budaya setiap daerah.

"Karena ketika beliau datang ke suatu daerah, dia selalu melukis ciri khas dari daerah tersebut. Sehingga ketika orang lihat lukisan Nana, mereka langsung bisa mengenali," lanjut Elin.

"Ketika saya dengan rombongan pergi mancing di pantai, ternyata beliau ada kesengajaan ingin menangkap kultur pantura. Beliau melukis perahu dan merpati di atas kaca. Dia mencoba mengangkat keindahan lokal, sesuatu yang tersembunyi dituangkan dalam bentuk lukisan," kenang Elin.

Pameran ini terbuka untuk umum dan bisa dinikmati secara gratis di Hotel De Paviljoen Bandung. [gan]

Komentar Pembaca
Ingatkan Sukmawati, Sultan Tidore: Kita Semua Anak Pejuang
Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 , 03:13:53

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

JUM'AT, 15 NOVEMBER 2019 , 21:58:09

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA