Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H, Uu Ruzhanul Paparkan Tiga Ilmu Penting Dalam Islam

Ragam  JUM'AT, 08 NOVEMBER 2019 , 18:36:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H, Uu Ruzhanul Paparkan Tiga Ilmu Penting Dalam Islam

Uu usai ceramah Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H/Ist

RMOLJabar. Plh. Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menyatakan, secara garis besar, ilmu dalam Islam ada tiga, yakni Tauhid, Fikih, dan Tasawuf.

Menurutnya, tauhid adalah ilmu yang membahas tentang keesaan Allah SWT dan aqidah. Seseorang dikatakan beriman atau tidak tergantung pada tauhidnya. Begitu pun seseorang disebut mukmin (orang beriman) atau tidaknya juga tergantung pada tauhidnya. Ilmu Tauhid pun membahas tentang keesaan Allah SWT, yaitu terkait dengan sifat-sifatnya Allah.

"Konsekuensi dari seseorang yang mempelajari ilmu Tauhid adalah ditempatkan atau abadi di surga, yang tidak (mempelajari ilmu Tauhid) akan ada di neraka," ucap Uu, saat memberikan ceramah dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 Hijriah di Yayasan Al Masoem, Kabupaten Sumedang, Jumat (8/11).

Selanjutnya adalah Fikih atau bisa disebut juga ilmu Syariah. Seseorang yang melaksanakan ilmu ini pertanda dirinya sebagai orang yang ahli surga.

Lebih lanjut, Uu menjelaskan, empat rukun yang diajarkan dalam ilmu Fikih, yakni rukun Ubudiyah atau tata cara beribadah, rukun Munakahat atau tata cara perkawinan, rukun Muamalat atau tata cara berniaga, dan rukun Jinayat atau ilmu pemerintahan.

"Dan kita sebagai orang beriman harus tahu ilmu Fikih dan melaksanakannya. Seseorang yang melaksanakan ilmu Fikih disebut muslim," ungkapnya.

Ilmu ketiga dalam Islam adalah ilmu Tasawuf. Inti dari ilmu ini adalah keikhlasan dalam hati. Untuk itu, segala bentuk ibadah dilaksanakan dengan niat karena Allah SWT. Sementara orang yang melaksanakan ilmu Tasawuf disebut mufsidin.

"Kita melaksanakan ibadah dengan keikhlasan untuk mendapatkan rida Allah SWT. Jangan ada kita melaksanakan ibadah karena ingin dipuji misalnya," katanya.

Uu mengatakan, inti dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. Di Indonesia sendiri acara peringatan Maulid Nabi Muhamamd SAW sering disebut Muludan.

"Inti dari pada Muludan ada tausyiah, ada agama, yaitu pepatah yang disampaikan dengan niat untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT," tuturnya.

"Makanya momentum Muludan adalah untuk meniru, meneladani akhlak Rasulullah baik dari segi keilmuan maupun dari segi sunah-sunah yang harus dilakukan yang tercermin dengan akhlak, moral, dan memiliki budi pekerti yang luhur," tandasnya. [gan]

Komentar Pembaca
Ingatkan Sukmawati, Sultan Tidore: Kita Semua Anak Pejuang
Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 , 03:13:53

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

JUM'AT, 15 NOVEMBER 2019 , 21:58:09

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA